Sejarah Intel Processor

Pada bulan November 1971, suatu perusahaan yang bernama Intel mengumumkan single chip microprocessor pertama di dunia yang bernama Intel 4004 (dengan nomor paten US Patent #3,821,715). Produk tersebut diciptakan oleh insinyur Intel, Federico Faggin, Ted Hoff dan Stan Mazor. Setelah penemuan integrated circuits, maka terjadilah revolusi di bidang desain komputer, khususnya di sisi ukurannya. Chip Intel 4004 sudah berhasil membuktikan bahwa mampu untuk meletakkan semua bagian yang membuat komputer bisa "berpikir" (misalnya central processing unit, memory, input dan output control) ke dalam satu chip yang berukuran kecil. Dunia pemrogramanpun berkembang seiring dengan berkembangnya prosesor.

Sejarah Intel

Pada tahun 1968, Bob Noyce dan Gordon Moore merupakan dua orang yang tidak "bahagia" yang bekerja bagi Fairchild Semiconductor. Mereka akhirnya memutuskan untuk keluar dan membuat perusahaan sendiri. 

Bob Noyce kemudian menuliskan ide-idenya ke dalam satu halaman mengenai apa yang akan mereka lakukan pada perusahaan yang baru. Hal tersebut akhirnya sudah cukup meyakinkan investor dari San Francisco, Art Rock, untuk menaikkan investasinya ke perusahaan mereka. Art Rock menaikkan USD$ 2.5 juta dalam waktu kurang dari dua hari. 

Masalah berikutnya adalah masalah nama perusahaan. Nama "Moore Noyce" sudah terdaftar oleh sebuah jaringan hotel, sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan nama "Intel" sebagai nama perusahaan baru mereka. Intel merupakan singkatan dari Integrated Electronics. 

Produk pertama Intel yang menghasilkan uang adalah 3101 Schottky bipolar 64-bit static random access memory (SRAM) chip. Pada akhir tahun 1969, sebuah klien potensial dari Jepang yang bernama Busicom, meminta Intel untuk mendesain dua belas macam chip yang berbeda. Chip-chip ini memiliki fungsi-fungsi yang berbeda seperti untuk keyboard scanning, display control, printer control dan fungsi-fungsi lainnya. Ini digunakan oleh Busicom untuk memproduksi kalkulator mereka. 

Intel sadar bahwa mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk melaksanakan tugas tersebut, tetapi mereka cukup memiliki otak yang pintar yang bisa membuat solusi yang jitu. Salah seorang insinyur Intel, Ted Hoff memutuskan agar Intel membuat satu chip tetapi yang bisa melakukan ke dua belas pekerjaan tadi. Intel dan Busicom kemudian setuju dan mereka akhirnya membuat chip yang bisa diprogram dan juga bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan. 

Federico Faggin memimpin tim desain bersama dengan Ted Hoff dan Stan Mazor yang menulis software untuk chip yang baru ini. Sembilan bulan kemudian, sebuah revolusi telah lahir. Dengan lebar 1/8 inci dan panjang 1/6 inci dan berisi 2300 MOS (metal oxide semiconductor) transistor, chip bayi ini sudah memiliki kekuatan yang sama seperti ENIAC, yang mana memakan tempat yang cukup besar. 

Cerdiknya, Intel memutuskan untuk membeli kembali desain dan hak marketing terhadap prosesor 4004 dari pihak Busicom senilai USD$ 60.000. Tahun berikutnya Busicom mengalami kebangkrutan dan mereka tidak pernah memproduksi barang dengan menggunakan prosesor Intel 4004. Intel kemudian melaksanakan rencana marketing yang cerdik, dimana mereka menggalakkan pembangunan aplikasi dengan menggunakan chip 4004 mereka. Hal ini terbukti sukses dan chip 4004 banyak digunakan dalam masa-masa berikutnya.

Intel 4004 merupakan microprocessor universal pertama di dunia. Pada akhir tahun 1960, banyk ilmuwan yang telah mendiskusikan kemungkinan suatu komputer dalam sebuah chip, tetapi hampir semua orang berpikiran bahwa teknologi integrated circuit belum siap untuk mendukung chip seperti itu. Ted Hoff dari Intel berpikiran lain, dia merupakan orang pertama yang sadar bahwa teknologi baru yang berbasis silicon MOS mampu untuk membuat CPU dalam sebuah chip. 

Hoff dan tim dari Intel kemudian membangun sebuah arsitektur dengan melibatkan 2300 transistor ke dalam sebuah area 3x4 milimeter. Prosesor ini sudah dilengkapi dengan 4-bit CPU, command register, decoder, decoding control, control monitoring dari machine command dan juga interim register. Ini membuat 4004 menjadi suatu penemuan yang sangat berarti. Saat ini, mikroprosesor 64-bit masih berbasis pada desain yang sama dan juga mikroprosesor masih tetap menjadi produk paling kompleks yang diproduksi secara masal, dimana saat ini jumlah transistor yang terkandung di dalam prosesor bisa mencapai 5.5 juta yang mana mampu untuk melakukan jutaan kalkulasi dalam satuan detik, dimana angka-angka tersebut akan cepat berubah di masa yang akan datang. 

Sebagai catatan, pesawat luar angkasa Pioneer 10 di dalamnya menggunakan processor Intel 4004 dan sudah diluncurkan pada tanggal 2 Maret 1972. Pesawat ini merupakan pesawat pertama (beserta prosesornya) yang berhasil menjangkau sabuk asteroid di luar angkasa.

Bagaimana processor Intel dibuat?

Andy Grove, chairman Intel Corp., paling sebal dengan lagu Suci Dalam Debu. Lagu siapa tuh? Itu loh, lagu milik grup musik Iklim yang dari Malaysia. Katanya, lagu itu bertentangan dengan prinsip perusahaannya.

Ah, tentu saja yang barusan itu hanyalah lelucon semata, nggak ada hubungannya sama sekali. Tapi yang jelas debu memang merupakan musuh semua perusahaan prosesor.

Ya, karena setitik debu merupakan ancaman bagi prosesor! Seperti pula pada (rumor) kulit Michael Jackson, prosesor memang rentan terhadap debu. Tapi itu bukanlah gosip murahan, lho...

"Karena prosesor, yang besarnya hanya seukuran koin itu, berisi jutaan transistor mikroskopik (super kecil). Debu sekecil apapun yang sengaja maupun tidak sengaja mampir ke atas transistor tersebut akan tampak bagi Godzilla besar bagi kami Dan itu jelas bakal mengganggu ribuan transistor," terang Intel di situsnya.

Sederhananya, kalau ada bongkahan batu sebesar rumah yang tiba-tiba jatuh ke jalan raya seperti jalan raya di Jakarta, maka hampir dipastikan kemacetan akan melanda jalan-jalan di sekitarnya. Begitu pula halnya debu bagi prosesor. Sediki saja debu yang jatuh ke permukaan transistor di dalamnya, maka jalur data prosesor tersebut akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan prosesor rusak.

Oleh karena itu, pembuatan prosesor pun memerlukan ruangan yang ultra bersih. Sebersih apa sih? Pokonya, 10.000 kali lebih bersih dari pada ruang operasi di rumah sakit terkemuka sekalipun. 
 
Sebenarnya clean room yang biaya pembuatannya mencapai miliaran dollar ini bukan ahnya dimiliki oleh pabrik prosesor dan microchip saja. Pabrik harddisk, silikon, dan satelit juga menggunakannya.

Masing-masing jenis clean room punya standarnya sendiri untuk soal kebersihan. Bahkan pemerintah federal AS punya aturannya sendiri soal ini, yaitu di Federal Standard 209E.

Ada clean room Class 10.000, Class 1.000, Class 100, dan Class 1. Untuk pembuatan harddisk biasanya menggunakan clean room Class 100. Sedangkan untuk pembuatan prosesor, standardnya adalah clean room Class 1.

Yang membedakan masing-masing ukuran clean room adalah jumlah partikel debu yang ada di setiap kaki kubik (1/35 m3) udara. Dalam Class 10.000 misalnya, ada hanya diperbolehkan 10.000 partikel debu dalam tiap kaki kubik udara.

Begitu juga dalam Class 1.000, hanya diperbolehkan 1.000 partikel udara dalam tiap kaki kubik udaranya. Begitu seterusnya, kita tinggal melhat angka dari Class-nya saja untuk memperkirakan besar partikel debu yang ada di dalam tiap kaki kubik udara.

Artinya, dalam clean room untuk pembuatan prosesor, jumlah partikel debu di dalamnya tidak boleh lebih dari 1 setiap kaki kubik udara. Mari bandingkan dengan dengan jumlah rata-rata partikel debu yang ada di sekitar kita setiap harinya yang bisa mencapai lebih dari 25.000 partikel per kaki kubik udara.

Sekedar tahu saja, besar 1 partikel itu sama dengan 2/10 dari 1 mikron. Nah, 1 mikron itu tidak lebih besar dari 1/100 dari tipisnya helai rambut manusia. Jadi, kurang lebih besarnya 1 partikel debu itu 2/1000 tipisnya helai rambut manusia. Waduh pusing juga jadinya kalau berkutat dengan angka-angka pecahan. Oke, sederhananya adalah tidak boleh ada sehelai rambut pun yang berada di ruangan itu. 

Untuk mendukung standard kebersihan tersebut, biasanya sebuah clean room telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan teknologi pendukung. Sistem penyaringan udara yang begitu besar mengatur sirkulasi udara di dalamnya. Udara berganti sebanyak 10 kali per menitnya. Sehingga kemungkinan kotaminasi debu pada microchip dapat dikurangi.

Mike Magee, wartawan The Register (www.theregister.co.uk), yang sempat berkunjung ke clean room Intel di Albuquerque, New Mexico, awal 1999 lalu, menggambarkan : "Udaranya terus mengalir di seantero ruangan. Dari atap sampai ke lantai."

Agar benar-benar bersih, maka orang pun tidak bebas untuk berlalu lalang seenaknya. Umumnya, sebelum memasuki clean room, ada beberapa ruangan yang harus di lalui. Ada ruangan persiapan, ruang ganti terowongan sterilisasi, dan terakhir barulah clean room itu sendiri.

Intel sendiri punya 43 prosedur yang harus ditaati oleh siapapun yang akan memasuki area clean room. Ketimbang repot untuk membayangkan dan menghafalkan ke 43 peraturan tersebut, labih baik kita simak saja cerita Mike Magee berikut ini.

"Sebelumnya, mereka (Intel) meminta kami agar membersihkan badan dari semua wewangian sabun maupun parfum. Pokonya, nggak boleh memakai aksesoris atau wewangian apapun. Lantas, kami pun diminta untuk memakai pakaian simpel seperti T-Shirt dan celana jeans. Sepatunya kalau bisa yang kulit saja.

Kami juga memakai tutup rambut dan sepatu yang mereka berikan sebelum memasuki ruang ganti. Anda harus minum air dari krannya untuk membersihkan mulut. Setelahnya kami pun mengenakan bunny suit," cerita Mike.

Bunny suit? Oh ya, untuk masuk ke dalam clean room Anda perlu menggunakan pakaian khusus. Anda yang dulunya melihat pernah iklan Pentium II mungkin ingat dengan ada orang dengan baju mirip astronot, dengan warna-warna yang mencolok, menari-nari sebagai maskot prosesor tersebut.

Orang berbaju aneh tersebut bukanlah hanya sekedar maskot. Merekalah sesungguhnya sosok para pekerja di clean room Intel. Setelan yang mereka kenakan itu disebut bunny suit, dan para pemakainya disebut buny people.

Pakaian tersebut terbuat dari material yang ultra bersih dan anti-listrik statik. Menurut berita sih harga pembuatan seperangkat pakaian tersebut sekitar US$ 700 atau sekitar Rp 6,3 juta. Itu dulu waktu tahun 2002, nggak tahu kalau sekarang soalnya belum ngecek pasar.

Untuk mengenakannya, Anda tak perlu membuka baju. Cukup rangkap dengan pakaian yang Anda kenakan sebelumnya alias langsung pakai saja.

Kalau belum terbiasa, Anda bisa mengahabiskan banyak waktu untuk mengenakannya. Sekitar 30-40 menit gitu deh. Wuih...! Tapi kalu sudah terbiasa seperti para pekerja di clean room, cuma butuh waktu sekitar 5 menit saja.

"Benar-benar tidak enak dipakai. Panas! Kalau Anda seorang claustrophobia (penderita fobia keterbatasan ruang), Anda pasti nggak mau deh jadi bunny Intel," kesan Mike. Maklumlah, kan dari tadi sudah berangkap pakaian melekat di badan. Apalagi kalau harus pakai helm.

"Helm hanya digunakan untuk pekerja yang akan berdekatan dengan wafer chip," sambungnya.

Setelah selesai mengenakan bunny suit, Anda juga harus menjalani sterilisasi sebelum masuk ke clean room. Ada semprotan gas khusus yang akan menyapu seluruh pakaian Anda. Barulah sesudahnya Anda bisa memasuki clean room.

Oh ya, kalau di saat berkeliling tiba-tiba Anda ingin bersin, Ada harus segera menunduk dan mendekatkan hidung ke lantai. Lho, memangnya kenapa? Ya, karena pabrik tidak mau ambil resiko membiarkan partikel bersin Anda beterbangan dan mengkontaminasi prosesor. Wah wah wah! repot juga, ya.

Ruangan clean room yang dikunjungi Mike cukup besar. "Jarak dari pojok ke pojok lainnya sekitar 1KM. Terbagi dalam beberapa koridor, anjungan, dan mesin-mesin," ungkapnya.

Sepanjang Mike memandang sekelilingnya, yang ada hanyalah orang berpakaian bunny dan rak-rak serta lamari-lemari yang berjejer. Pantaslah, karena ada sekitar 5000 bunny people yang bekerja di clean room Intel di Albuquerque. Dalam seminggu mereka secara perorangan bekerja dalam pola 4 (kerja) - 3 (libur) atau sebaliknya.

Clean room tersebut beroperasi 24 jam, 365 - 366 hari pertahun. Pekerjanya digilir berdasarkan tiga shift, masing-masing shift terdiri dari 8 jam. Biasanya, kata Mike, para pekerja baru akan mendapatkan shift malam. Wah, ternyata ada perpeloncoannya juga tuh.

Hebatnya, di area clean room itu, sesama pekerja dapat saling mengenal satu sama lain dengan baik. Padahal, yang membedakan kan cuma ukuran dan warna bunny suit-nya. Tampang mereka tertutup helm. Paling yang kelihatan hanya mata dan sedikit hidungnya saja.

Tapi yang aneh dan lucu, begitu bunny suit mereka lepas, banyak diantara mereka yang justru nggak ngeh alias nggak kenal dengan rekan kerja yang biasanya mereka ajak bekomunikasi saat di clean room.

Sejarah komputer jaman jebot, ini share pengalaman gw,

Waktu Usia 6 - 7 tahun (1985) : komputer masih segede lemari perpustakaan. Gw inget banget untuk jalankan program, gw harus masukin kaset program dulu. Bentuk kasetnya agak mirip kaset lagu, pake pita warna item. Setelah dimasukan, lalu penjet tombol 'READ', mirip tape-deck gitu deh. Lalu menunggu sampai selesai dibaca kurang lebih 30 menitan jadi gw tinggal baca komik Tintin atau Richie Rich. Lalu ada lampu ijo nyala dan bunyi beep. Baru program (game) bisa dijalankan. Monitor masih monochrome: item-ijo. Program favorit: Ping Pong.

Usia 8 tahun (1986) : Komputer XT. Kecepatan 4 Mhz. Memori Base 640kB saja. Mulai ada benda tipis yang namanya disket. Ukurannya agak gede setengah buku. Belakangan gw baru tahu kalau namanya disket 5"1/4. Kapasitasnya 360 kiloByte. Udah paling hebat rasanya bisa main PacMan dan Digger. Monitor 4 warna alias CGA (Color Graphics Adapter) udah paling keren rasanya, karena temen2 lain monitornya masih item-putih atau ijo-putih. Booting pakai PC-DOS 3.1 (belum ada MS-DOS). Ada virus cBrain dan DenZuk yang menyerang bootsector. Ketauannya kalau computer di restart (Ctrl-Alt-Del) keluar tulisan virus itu. Sejak itu jadi pinter kalau ada virus maka cara restart-nya adalah di turn off -belum ada shutdown-, lalu nyalakan lagi. Kadang2 kesetrum karena casing-nya terbuat dari besi die-cast. Game favorit: Digger, Bushido, King's Quest. Program favorit: BASICA.

Usia 13 tahun (1991): Komputer gw masih XT, meskipun mulai banyak komputer 286 (14 Mhz) memori base 640kB saja. Monitor EGA (Enhanced Graphics Adapter) alias 16 warna. Booting MS-DOS 3.30 gak matching sama PC-DOS 3.30 jadi gak boleh keliru programnya; Ada disket yang gak bisa dibaca di kompie gw, namanya disketHD. Ukurannya sama 5.25", tapi kapasitasnya 1.2Mb. Cara membedakannya adalah dibuka sampulnya, kalo ada ring berarti kapasitas 360kB, kalo gak ada berarti 1.2Mb. Damn! Game favorit: RTK1, Budokan. Program favorit: QBasic.

Usia 15 tahun (1993): Komputer 386 (28 Mhz) memory base 640kB, extended 1Mb. Hardisk 10Mb. Booting MS-DOS 5.00 atau Windows 2.8; Windows jarang banget dipake. Mulai kenal monitor VGA. Rasanya keren banget liat gambar beraneka warna. Belakangan gw tahu jumlahnya 256 colors. Mulai kenal disket kecil yang kalo keinjek ga bad sector. Namanya disket 3.5" dengan kapasitas 1.44 Mb. Mulai kenal yang namanya 'mouse'. Game favorit: Star Control, Death Track, RTK2, Ghostbusters. Program favorit: QuickBasic.

Usia 16 tahun (1994): Komputer 486 (64 Mhz), memory base 640kB, extended 4Mb. Hardisk 40Mb. Booting MS-DOS 5.10 atau Windows 3.1; Windows dipake cuman buat jalankan program pengolah kata semacam AmiPro atau MS-Word. Dulu belum ada Microsoft Office seperti sekarang, program terpisah2. Mulai bisa drag n drop. Pusing mikirin memory karena program beda2 mintanya ada yang extended atau di-expanded pakai EMM386.exe. Akhirnya jadi belajar utak atik config.sys dan autoexec.bat supaya memory komputer bebas sebebas-bebasnya dan multi-option saat booting. Jagoan memory management, computer people jaman ini kenal dengan istilah HMA (high-memory-access), UMB (upper-memory-block), EXP (expanded memory), & EXT (extended memory). Ada printer warna Canon. Game favorit: RTK3, Star Control II, Wolfenstein 3D, Raptor, XWING.

Usia 18 tahun (1996): Komputer Pentium 1 (156 Mhz), memory base 640kB; extended 16Mb. Hardisk 128Mb kayaknya lowong banget. Booting Windows95 (cihuyy!). Gak pusing lagi mikirin memory extended atau expanded.... Monitor udah full colour!!! Paling hebat rasanya bisa menayangkan gambar kualitas foto di layar. Mulai kenal card2 modular yang dipasang di motherboard semacam videocard, soundcard, dan (don't laugh) VCD-Player-Card alias MPEGCard buat nonton VCD!!! Tanpa MPEGCard kalo nonton VCD di komputer full-screen biasanya patah2 alias lag. Program favorit: MS-Office (Word-nya), VisualBasic 3.0, dan CorelDraw. Game favorit: jelas RTK4, TIE-Fighter, dan XCOM: UFO Defense!!!

Selanjutnya kayaknya udah gak perlu diceritakan lagi, mulai keluar PentiumII, PentiumPro, Pentium III, dst dst dst...

Did you know? Tahukah Kamu? Until today our computer's base memory is still 640kB. (!!!)
Pendiri Microsoft Mr.Bill Gates konon dahulu tahun 1980-an pernah berkata, "Memory komputer 640kB cukup untuk keperluan apa saja"...ups... gak bisa jalanin Windows Vista-mu Bill!

Keping memory yang sekarang menancap di motherboard-mu hingga ber-GIGA-GIGA itu adalah extended memory alias memory tambahan.

Sejarah Intel Core I7:

Intel Corporation meluncurkan prosesor dekstop yang diklaim merupakan tercepat saat ini yaitu prosesor Intel Core i7 dengan kecepatan 40 persen dari prosesor yang tercepat yaitu prosesor Intel Extreme.

Country Manager Intel Indonesia Corporation Budi Waluyo Jati dalam acara peluncuran Prosesor Intel Core i7 di Jakarta, Kamis, mengatakan, pihaknya meluncurkan tiga produk dari seri Intel Cor i7 yang merupakan keluarga prosesor Nehalem.

Prosesor Intel Core i7 diklaim dapat mempercepat proses komputasi untuk bermain game, edit video, dan melakukan aktivitas komputasi populer lainnya hingga 40 persen lebih cepat tanpa meningkatkan konsumsi energi.

Intel mengklaim prosesor Core i7 ini merupakan keajaiban teknologi industri komputer yang meraih nilai 177 untuk tes SPECint_base_rate2006 yang mensimulasikan beberapa tugas untuk mengukur kecepatan prosesor.

"Ini merupakan pertama kalinya prosesor tunggal melebihi skor 100 poin," kata Budi.

Prosesor Intel Core i7 ini mempunyai dua teknologi unggul yaitu Turbo Boost Intel dan Hyper-Threading Technology.

Teknologi Turbo Boost Intel dengan transistor power gate berbagis teknologi proses manufaktur 45 nanometer, high-k metal gate, yang akan membuat kinerja komputer lebih cepat lagi dengan empat individual processing cores untuk aplikasi single dan multi threaded.

Prosesor Intel Core i7 meningkatkan bandwidth memori lebih dari dua kali lipat dibandingkan platform prosesor Intel Extreme sehingga mampu mempercepat transfer bits dan bites baik keluar maupun masuk dari dan ke prosesor dengan Intel Quickpath Technology.

Sedangkan Hyper-Threading Technology yang memungkinkan multiple computing threads untuk dapat bekerja secara simultan dan secara efektif memungkinkan prosesor melakukan dua hal secara bersamaan.

Prosesor Core i7 dan Intel Desktop Board DX58SO Extreme Series yang berbasiskan Intel X58 Express Chipset akan dijual segera oleh beberapa perusahaan manufaktur komputer.

Budi menambahkan Prosesor Core i7 ini akan dijual di lebih dari 70 negara, dengan lebih dari 500 sistem yang sudah tersedia dan bisa digunakan di 35 motherboard yang berbeda.

Prosesor Core i7 dengan Clock speed 2,93 GHz dijual dengan harga 562 dolar AS, sedangkan Prosesor Core i7 dengan Clock speed 2,66 GHz dijual dengan harga 284 dolar AS. (*)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Sejarah Intel Processor"